Infeksi Menular Seksual  

Posted by: X Vha Dha




Tim Penyusun: TIM FKM UNSRI

1. Kondisi Remaja Zaman Sekarang : Jumlah remaja, 1/3 penduduk di Indonesia Kompleks pada masalah remaja, pergaulan dan perilaku seks bebas, Data , Survey komnas perlindungan anak di 33 provinsi januari s/d juni 2008 menyimpulkan:
  1. 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno,
  2. 93,7 % remaja SMP dan SMA pernah melakukan ciuman, genital simulation (meraba alat kelamin) dan Oral sex (seks melalui mulut)
  3. 21,2 % remaja mengaku pernah aborsi (BKKBN, 2009b). Walaupun prevalensi HIV/AIDS di Indonesia masih dibawah 1 % (berkisar 0.1 %) pada populasi umum, namun pada kelompok resiko termasuk pengguna napza suntik (penasun), wanita pekerja seksual (WPS), pria beresiko tinggi (misal; supir truk, pekerja pelabuhan, anak buah kapal dsb), waria, dan lelaki suka lelaki (LSL), angka insidens HIV/AIDS udah melebihi angka yang mengkhawatirkan., Oleh Karena itu, Indonesia dikenal dengan istilah ‘epidemik yang terkonsenterasi pada kantong-kantong tertentu’
    2. Mengapa Perlu tau IMS
    • Kalau kita sudah pernah berhubungan seksual, maka kita dapat terkena IMS, walaupun mungkin kita cuma pernah berhubungan seksual satu kali saja, dan penularan IMS juga bukan hanya melalui hubungan seksual.
    3. Apa Itu IMS
    • IMS( Infeksi Menular Seksual) Penyakit Menular Sexual atau yang sering disebut PMS atau Sexual Transmited Disease, dapat diartikan sebagai penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan karena adanya serangan organisme yang berbentuk virus, parasit, dan kutu kelamin yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual baik yang berlainan jenis maupun sesama jenis.
    • IMS ada banyak sekali jenisnya! Beberapa diantaranya yang paling penting adalah: GO atau kencing nanah, Klamidia, Herpes kelamin, Sifilis atau raja singa, Jengger ayam, Hepatitis, HIV-AIDS

    Hampir seluruh PMS dapat diobati.Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resistance terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus dan tidak dapat disembuhkan.
    Infeksi (lebih tepatnya infeksi-infeksi) yang digolongkan dalam IMS/PMS salah satu cara penularannya melalui hubungan seksual (vaginal, oral, anal) dengan pasangan yang sudah tertular.
    IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, lewat mulut (karaoke) atau lewat dubur. IMS juga disebut penyakit kelamin atau penyakit kotor. Namun itu hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Istilah infeksi menular seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularanya.
    Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan,mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan bagian tubuh lainnya.

    Contohnya HIV-AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat
    kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini.

    4. Gimana Penularan?
    Penting untuk diperhatikan bahwa kontak seksual tidak hanya hubungan seksual melalui alat kelamin, tetapi juga meliputi ciuman, kontak oral-genital, dan pemakaian mainan seksual, seperti vibrator, dildo.

    Penularan IMS juga dapat terjadi dengan cara lain, yaitu :
    Melalui darah :
    • transfusi darah dengan darah yang sudah terinfeksi HIV,
    • saling bertukar jarum suntik pada pemakaian narkoba,
    • tertusuk jarum suntik yang tidak steril secara sengaja/tidak sengaja,
    • menindik telinga atau tato dengan jarum yang tidak steril,
    • penggunaan alat pisau cukur secara bersama-sama (khususnya jika terluka dan menyisakan darah pada alat).

    Dari ibu hamil kepada bayi :

    • saat hamil,
    • saat melahirkan,
    • saat menyusui.


    5. Apa Bahaya IMS?
    • IMS membuat kita sakit-sakitan
    • IMS membuat kita mandul
    • IMS bisa menyebabkan keguguran
    • IMS bisa menimbulkan kanker leher rahim
    • IMS bisa merusak penglihatan,otak dan hati
    • IMS bisa ditularkan kepada bayi
    • IMS bisa menyebabkan kita mudah tertular HIV
    • IMS tertentu seperti HIV dan Hepatitis B, bisa menyebabkan kematian

    6. Apa Gejala?
    Apakah selalu bergejala??
    • Tidak! Seringkali IMS tidak menunjukkan gejalasama sekali dan tidak terasa, sehingga kita tidaktahu kalau kita sudah terkena. Contoh HIV, Clamidia.
    IMS tidak selalu menunjukkan tanda atau gejala, baik pada laki-laki atau perempuan. Beberapa IMS tandanya bisa muncul setelah berminggu-minggu,berbulan-bulan atau bahkan tahunan setelah kita terkena. Pada perempuan, IMS seringkali tidakmenunjukkan gejala. Meski gejalanya tidak ada dan tidak terasa sakit, IMS ini bisa ditularkan kepada orang lain. Orang yang mengidap HIV, tidak akan menunjukkan gejala sampai bertahun-tahunkemudian. Kita tidak bisa melihat apakah mereka sudah terinfeksi atau belum. Walau tidak ada gejala dan kelihatan sehat, mereka dapat menularkan HIV. Seringkali, orang yang terkena HIV juga tidak tahu kalau dirinya sudah terkena, karena dia sendiri merasa sehat meski sudah terkena bertahun-tahun yang lalu. Hanya tes darah yang dapat menunjukkan apakah seseorang sudah terkena HIV atau belum.

    Chlamydia dikenal sebagai “Silent Epidemi” karena pada wanita, hal itu mungkin tidak menimbulkan gejala pada 75% kasus, dan dapat tidak terdeteksi selama berbulan-bulan atau tahunan sebelum ditemukan. Gejala yang mungkin terjadi termasuk: perdarahan yang tidak biasa atau cairan vagina, rasa sakit di perut, nyeri saat hubungan seksual (dispareunia), demam, nyeri buang air kecil dan dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

    Pada pria, Chlamydia menunjukkan gejala infeksi uretritis (radang uretra) di sekitar 50% dari kasus. Gejala yang mungkin terjadi meliputi: nyeri atau rasa panas ketika buang air kecil, kotoran yang tidak biasa dari penis, testikel bengkak atau lembut, dan demam.

    IMS sering tidak menujukkan gejala, terutama pada wanita.

    Namun demikian, ada pula IMS yang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
    • Keluarnya cairan dari vagina, penis atau dubur yang berbeda dari biasanya. Pada perempuan, keputihan yang keluar semakin banyak. Warnanya bisa putih susu, kekuningan, kehijauan atau disertai dengan bercak darah. Bisa pula baunya tidak enak, berbentuk cairan atau punserpihan-serpihan seperti pecahan susu.
    • Perih, nyeri atau panas saat kencing atau setelah kencing, atau menjadi sering kencing.
    • Luka terbuka, luka basah di sekitar kemaluan atau sekitar mulut. Sifat lukanya bisa nyeri, bisa juga tidak.
    • Tumbuhan seperti jengger ayam atau kutil sekitar kemaluan.
    • Gatal-gatal di daerah alat kelamin.
    • Bengkak di lipatan paha.
    • Pada pria, kantung pelir menjadi bengkak dan nyeri.
    • Sakit perut di bagian bawah yang kumat-kumatan dan tidak ada hubungannya dengan haid.
    • Keluar darah sehabis berhubungan seks.
    • Secara umum merasa tidak enak badan atau demam.
    • So tetap waspada dan selalu pentingkan keselamatan ya, gunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.


    7. Gimana cara Pencegahan IMS?
    Sehat bukan segala-galanya, tetapi ketika kita sakit, segala-galanya menjadi tidak berarti

    Pencegahan IMS
    Pencegahan penyebarluasan IMS hanya dapat dilakukan dengan cara :
    1. Anda jauhi seks, tidak melakukan hubungan seks (abstinensi), atau
    2. Bersikap saling setia, tidak berganti-ganti pasangan seks (monogami) dan saling setia, atau Pencegahan terbaik, sebaiknya anda tidak melakukan hubungan seksual dengan orang tidak jelas riwayat hubungan seksualnya di masa lalu, kalau bisa cuma hanya dengan satu pasangan seks. Gunakan akal sehat anda sebelum memutuskan mau berhubungan seks (kecuali kalo diperkosa tentunya), se-cinta, se-nafsu, dan se-pasrah apapun itu :p. Kecuali jika anda memang membuka anda untuk ditulari oleh GO dan IMS lainnya.
    3. Cegah dengan memakai kondom, tidak melakukan hubungan seks berisiko (harus selalu menggunakan kondom).
    4. Tidak saling meminjamkan pisau cukur dan gunting kuku.
    5. Edukasi, embuskan informasi mengenai HIV/AIDS dan IMS kepada kawan-kawan Anda.


    8. Gimana cara Pengobatan yang benar?
    Penanganan IMS yang Benar:
    1. Segera pergi ke dokter untuk diobati
    • Jangan mengobati IMS sendiri tanpa mengetahui penyakit apa yang menyerang kita (jenis IMS sangat banyak dan ada kemungkinan terjadi komplikasi), dibutuhkan tes untuk memastikan IMS yang diderita.
    • Jangan minum obat sembarangan. Obat IMS berbeda-beda, tergantung jenis IMS yang diderita
    • Jangan pergi berobat ke dukun atau tukang obat. Hanya dokter yang tahu persis kebutuhan obat untuk IMS yang diderita. Penggunaan herbal bisa dilakukan (sebaiknya) jika ada yang mengawasi/penanggungjawab.
    2. Ikuti saran dokter
    Jangan menghentikan minum obat yang diberikan dokter meskipun sakit dan gejalanya sudah hilang. Jika tidak diobati dengan tuntas (obat dikonsumsi sampai habis sesuai anjuran dokter) , maka kuman penyebab IMS akan kebal terhadap obat-obatan.
    3. Jangan berhubungan seks selama dalam pengobatan IMS
    Hal ini berisiko menularkan IMS yang diderita kepada pasangan seks Anda.

    4. Jangan hanya berobat sendiri saja tanpa melibatkan pasangan seks (khususnya pasangan sah)
    Pasangan seksual Anda juga harus diperiksa dan berobat ke dokter. Jika tidak, IMS yang diderita akan ulang-alik dari kita ke pasangan kita, kemudian dari pasangan kita ke kita dan seterusnya. Kedua belah pihak harus disembuhkan agar tidak saling menulari kembali

    This entry was posted on 00.02 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

    0 komentar

    Posting Komentar