Tim Penyusun: TIM FKM UNSRI 1. Kondisi Remaja Zaman Sekarang : Jumlah remaja, 1/3 penduduk di Indonesia Kompleks pada masalah remaja, pergaulan dan perilaku seks bebas, Data , Survey komnas perlindungan anak di 33 provinsi januari s/d juni 2008 menyimpulkan:
2. Mengapa Perlu tau IMS
3. Apa Itu IMS
Hampir seluruh PMS dapat diobati.Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resistance terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus dan tidak dapat disembuhkan. Infeksi (lebih tepatnya infeksi-infeksi) yang digolongkan dalam IMS/PMS salah satu cara penularannya melalui hubungan seksual (vaginal, oral, anal) dengan pasangan yang sudah tertular. IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, lewat mulut (karaoke) atau lewat dubur. IMS juga disebut penyakit kelamin atau penyakit kotor. Namun itu hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Istilah infeksi menular seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularanya. Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan,mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan bagian tubuh lainnya. Contohnya HIV-AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini. 4. Gimana Penularan? Penting untuk diperhatikan bahwa kontak seksual tidak hanya hubungan seksual melalui alat kelamin, tetapi juga meliputi ciuman, kontak oral-genital, dan pemakaian mainan seksual, seperti vibrator, dildo. Penularan IMS juga dapat terjadi dengan cara lain, yaitu : Melalui darah : • transfusi darah dengan darah yang sudah terinfeksi HIV, • saling bertukar jarum suntik pada pemakaian narkoba, • tertusuk jarum suntik yang tidak steril secara sengaja/tidak sengaja, • menindik telinga atau tato dengan jarum yang tidak steril, • penggunaan alat pisau cukur secara bersama-sama (khususnya jika terluka dan menyisakan darah pada alat). Dari ibu hamil kepada bayi : • saat hamil, • saat melahirkan, • saat menyusui. 5. Apa Bahaya IMS?
6. Apa Gejala? Apakah selalu bergejala?? • Tidak! Seringkali IMS tidak menunjukkan gejalasama sekali dan tidak terasa, sehingga kita tidaktahu kalau kita sudah terkena. Contoh HIV, Clamidia. IMS tidak selalu menunjukkan tanda atau gejala, baik pada laki-laki atau perempuan. Beberapa IMS tandanya bisa muncul setelah berminggu-minggu,berbulan-bulan atau bahkan tahunan setelah kita terkena. Pada perempuan, IMS seringkali tidakmenunjukkan gejala. Meski gejalanya tidak ada dan tidak terasa sakit, IMS ini bisa ditularkan kepada orang lain. Orang yang mengidap HIV, tidak akan menunjukkan gejala sampai bertahun-tahunkemudian. Kita tidak bisa melihat apakah mereka sudah terinfeksi atau belum. Walau tidak ada gejala dan kelihatan sehat, mereka dapat menularkan HIV. Seringkali, orang yang terkena HIV juga tidak tahu kalau dirinya sudah terkena, karena dia sendiri merasa sehat meski sudah terkena bertahun-tahun yang lalu. Hanya tes darah yang dapat menunjukkan apakah seseorang sudah terkena HIV atau belum. Chlamydia dikenal sebagai “Silent Epidemi” karena pada wanita, hal itu mungkin tidak menimbulkan gejala pada 75% kasus, dan dapat tidak terdeteksi selama berbulan-bulan atau tahunan sebelum ditemukan. Gejala yang mungkin terjadi termasuk: perdarahan yang tidak biasa atau cairan vagina, rasa sakit di perut, nyeri saat hubungan seksual (dispareunia), demam, nyeri buang air kecil dan dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya. Pada pria, Chlamydia menunjukkan gejala infeksi uretritis (radang uretra) di sekitar 50% dari kasus. Gejala yang mungkin terjadi meliputi: nyeri atau rasa panas ketika buang air kecil, kotoran yang tidak biasa dari penis, testikel bengkak atau lembut, dan demam. IMS sering tidak menujukkan gejala, terutama pada wanita. Namun demikian, ada pula IMS yang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
7. Gimana cara Pencegahan IMS? Sehat bukan segala-galanya, tetapi ketika kita sakit, segala-galanya menjadi tidak berarti Pencegahan IMS Pencegahan penyebarluasan IMS hanya dapat dilakukan dengan cara :
8. Gimana cara Pengobatan yang benar? Penanganan IMS yang Benar: 1. Segera pergi ke dokter untuk diobati
2. Ikuti saran dokter Jangan menghentikan minum obat yang diberikan dokter meskipun sakit dan gejalanya sudah hilang. Jika tidak diobati dengan tuntas (obat dikonsumsi sampai habis sesuai anjuran dokter) , maka kuman penyebab IMS akan kebal terhadap obat-obatan. 3. Jangan berhubungan seks selama dalam pengobatan IMS Hal ini berisiko menularkan IMS yang diderita kepada pasangan seks Anda. 4. Jangan hanya berobat sendiri saja tanpa melibatkan pasangan seks (khususnya pasangan sah) Pasangan seksual Anda juga harus diperiksa dan berobat ke dokter. Jika tidak, IMS yang diderita akan ulang-alik dari kita ke pasangan kita, kemudian dari pasangan kita ke kita dan seterusnya. Kedua belah pihak harus disembuhkan agar tidak saling menulari kembali |
